Pray more, the government chooses randomly who can participate in pre-work

Program Kartu Pra Kerja digandrungi masyarakat yang ingin menjadi peserta. Namun, seperti apa kriteria dan penilaian pemerintah kepada peserta yang bisa mendapatkan program kartu pra kerja ini?

Direktur Komunikasi Manajemen Pelaksana Prakerja, Panji Winanteya Ruky mengatakan kriteria yang bisa menjadi peserta program kartu pra kerja adalah mereka warga negara Indonesia (WNI), berusia di atas 18 tahun dan tidak sedang menempuh pendidikan formal.

Calon peserta program kartu pra kerja juga harus mendaftarkan dirinya melalui situs resmi www.prakerja.go.id. Selain itu, harus mengikuti tes motivasi dan kemampuan dasar.

Adapun kata Panji pemilihan peserta akan dipilih secara acak oleh sistem yang dimiliki pemerintah dalam menjalankan program kartu pra kerja. Yang kemudian, penilaian lolos atau tidaknya peserta program kartu pra kerja akan dikoordinasikan dengan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI.

“Pemilihan [peserta] oleh sistem secara random/acak. Untuk pekerja yang terdampak PHK atau kehilangan pekerjaan, syarat dan ketentuan pendataan dari Kemnaker. NIK yang sudah diusulkan oleh Kemnaker akan didahulukan,” jelas Panji kepada CNBC Indonesia, Senin (13/4/2020).

Sejak diumumkan pada 11 April 2020 lalu, sampai saat ini, kata Panji jumlah peserta yang mendaftar program kartu pra kerja terus bertambah. Setidaknya sudah ada hampir 2 juta peserta yang mendaftar.

Beberapa masyarakat bahkan mengakui kesulitan untuk mendaftarkan diri di situs www.prakerja.go.id. Rata-rata, mereka kesulitan untuk mengunggah foto KTP dan swa fotonya.

“Sudah ratusan ribu yang sukses mendaftar. Tapi memang animo masyarakat untuk mendaftar sangat tinggi, hampir 2 juta sejak dibuka hari Sabtu malam [11 April 2020]. Dan terus bertambah,” jelas Panji.

Kendati demikian, hal itu tidak membuat pemerintah untuk menutup pendaftaran, sampai saat ini, pendaftaran masih terbuka dan tidak dibatasi.

“Pendaftaran terus terbuk dan tidak dibatasi. Bisa bergabung ke gelombang selanjutnya jika belum berhasil masuk,” tuturnya.

Returning from Jakarta, 1 Person Spread Coronavirus to All Family in Padang

A total of six residents of Padang, West Sumatra from two families were confirmed positive for the corona virus disease (COVID-19). So that until now the number of positive patients is 25 people.

Two positives who are in West Padang are in Purus Village who have had contact with positive patients before.

“The two families are two people in West Padang District and four people in Kuranji District. Until now, the total number of corona positive in Padang is 25 people,” said Head of Padang City Health Office, Feri Mulyani in Padang, Sunday (12/4/2020).

Meanwhile, one family in Kuranji who is in the Pasar Ambacang sub-district consists of four people, one of whom has a travel history from Jakarta and is the result of an investigation by the Health Office.

Two of the family members who are in Kuranji are currently being treated at the M Djamil Padang Central General Hospital and two are in independent isolation at home, he said.

He said that until now, the number of sub-districts in Padang that were included in the red zone due to positive cases became seven in Andalas Village, two people, Jati five people, Sawahan three people, Kubu Marapalam one person, Mount Pangilun one person, Lubuk Buaya one person, Ikur Koto one person, Kuranji one person.

Then Anduring one person, Lubuk Lintah one person, Tanjung Saba Pitameh one person, Indarung one person and Purus two people.

Responding to this, he again reminded the surrounding community not to panic but to remain vigilant and wear a mask out of the house.

“There is also no need to be afraid of passing in front of positive residents’ houses because the corona virus is not transmitted through the air,” he said.

He explained that the corona lives in its host, namely humans, the virus is in the respiratory tract in fluids, when someone coughs, then cover your mouth with a tissue or handkerchief.